Minggu, 18 Oktober 2009

J~Music

SID

シド (SID) first came together in 2003, when Mao recruited Aki after seeing him play live. He later recruited Yuuya and Shinji from their respective bands to work with SID part-time as support, and it wasn't until early next year (2004/01/14, making 1/14 the band's official anniversary) that they chose to remain with SID as official members, leaving the band with a full and lasting lineup.
The band started off small, but not without a certain charming flair. Where most bandmen handed out fliers, they also used megaphones as a means of personal promotion. Despite having only a small collection of songs to offer, they worked relentlessly to produce more. Their releases varied widely in style and composition, and the band made it an obvious goal to appeal to a broad audience - a plan which obviously worked. SID grew rapidly in their initial years, at a rate which surprised numerous publications and notoriously earned them the title "the monster band of the indie scene".
SID signed first with Danger Crue records, working with Yasunori Sakurazawa, who aided in the arrangement of many of their early songs. Before long, even at their then indie status, SID began charting with major releases on Oricon and successfully selling out numerous large venues, Budokan among them. They stood out from their peers with their ever-changing sound and the ease with which they could shift between styles, a characteristic that could describe few other visual kei bands. Their major debut concert was held on November 2nd, 2008 at Nippon Budokan - selling out in under three minutes - and following a final indie tour held within standing live halls all throughout Japan.
Since their major debut, SID have gone on to release three new singles under Sony, the most recent of which (嘘 [Uso]) ranked in at second on Oricon and landed them a spot on the popular show Music Station for the first time. The song has also been adopted as the first ending to the anime Fullmetal Alchemist: Brotherhood. Their first major album, 「hikari」, was released on July 1st, 2009, and will serve as the primary set list for what will be their largest tour to date. They have announced that there will be a new single out on 11 November called 'One Way'.

CANZEL

Canzel, band baru indie Visual-kei yang beraliran Oshare-kei, merupakan salah satu band yang sepanjang tahun 2008 ini sangat perhatikan terus perkembangannya. Mereka memang tergolong baru, tapi jangan salah. Beberapa karya awalnya berupa dua buah single yang masing-masing diberi judul FiRST STEPS E.P. dan NeXT SEASONS E.P. sangat aku apresiasi sekali. Mungkin ada beberapa lagu yang terdengar familiar dengan beberapa lagu dari band-band Visual-kei lainnya. Tapi tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Canzel menjadi sebuah band yang layak untuk diperhitungkan ke depannya nanti. Dan debut album yang diberi tajuk NeO PRESENCE E.P.S menjadi penegasan serta pembuktian mereka. Yup, album ini sangat WORTH sekali untuk disimak. Trust me!

Siapa sih Canzel itu? Sebenarnya band yang terbentuk sejak bulan Juli 2007 ini bukan lah band anak kemarin sore. Sebab, para personilnya sudah pernah bermain dalam band-band indie sebelumnya. Ada lima orang personil. Mereka adalah Itchi [eks ErecSia, ALPHONSTEIN, Milphinne, PARADE] pada posisi vokal, Mio [eks Delphinium] sebagai gitaris, Ruri [eks ElDorado, Porori, Cube Line] juga sebagai gitaris, Haku [eks Halcion, Bach] memegang alat bass dan terakhir adalah Yukimi yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang mereka mainkan secara keseluruhan bisa dikatakan sebagai rock. Kadang rock yang catchy namun juga kadang menampilkan heavy-rock. Dalam hal aransemen lagu, Canzel bisa dijadikan andalan dan tidak perlu diragukan lagi!

Album NeO PRESENCE E.P.S ini sendiri di dalamnya total berisikan delapan buah lagu. Lagu-lagu [termasuk lagu B-side] yang ada dalam dua buah single Canzel sebelumnya dimasukkan ke dalam album ini. Dan mengalami rerecording alias proses rekam ulang. Jadi terlihat lebih fresh dengan sound-sound yang lebih tajam. Well, tanpa basa-basi lagi, langsung saja kita menyimak album ini dengan track pembuka yang mengambil judul fuTures woRd [03:03]. Track ini memang dianggap sebagai track intro yang diisi dengan permainan instrumental saja. Tapi biarpun instrumental, dengan iringan nada-nada yang melodi-catchy dan sedikit nge-beat, track ini terasa asyik untuk disimak. Serius! Sebuah track pembuka yang bagus!

Kemudian diteruskan dengan Allegro [04:19], lagu unggulan dari single FiRST STEPS E.P. yang dirilis bulan Maret 2008 kemarin. Yup, ini merupakan lagu terbaik miliknya Canzel. Baik itu secara komposisi maupun aransemen-nya. Intro yang durasinya agak lama langsung dibuka dengan alunan melodi-gitar khas Oshare-kei dengan iringan driving bass miliknya Haku yang cukup menonjol. Verse-verse yang dibawakan Itchi cukup asyik. Bisa membuat siapa saja untuk menggoyangkan badannya saking nge-groove-nya. Bagian chorus diisi dengan tempo yang sedikit nge-beat dengan tabuhan snare yang cepat. Interlude-interlude yang dimainkan sungguh terasa apik sekali. Lengkap dengan iringan beberapa kali sentuhan solo gitar [walaupun singkat sih]. Mendengarkan lagu ini tentu saja mengingatkan kita akan lagu-lagu dari band aliran sejenis, mulai dari ayabie, alice nine. bahkan sampai ke DaizyStripper.

Selesai dengan Allegro, diteruskan kemudian dengan lagu berikutnya yang juga merupakan lagu unggulan dalam single NeXT SEASON E.P. yang rilis bulan Juli 2008 kemarin. Yaitu MISOGI [04:21]. Very good song! Musiknya rada berat dengan sesekali low-tune pada gitar. Itu sudah terasa sejak intronya yang juga dibarengi dengan betotan bass yang lugas. Sepanjang verse, dentingan piano yang sangat identik dengan sentuhan tradisional Jepang selalu mengiringi dengan manisnya. Memberikan warna tersendiri. Bagian chorus lagu MISOGI ini benar-benar awesome! Love it! Nuansa berat juga sempat dimainkan saat pada bagian interlude. Di balik itu semuanya, walaupun berat, Canzel mempermanis lagu ini dengan alunan-alunan melodi yang apik. Baik itu dari instrumen dan juga melalui lirik-lirik lagunya. Itu bisa dilihat pada bagian chorus di mana Itchi tampil dengan penjiwaan yang emotional. Yeah!

abiki [04:22] menjadi lagu selanjutnya. Sampai memasuki track ke-empat ini pun, sekali lagi Canzel mempersembahkan sebuah lagu yang cukup worth untuk didengarkan. Awal lagu memang langsung diisi dengan bagian chorus yang kental dengan sentuhan Oshare-kei. Setelah itu musik kembali ke seperti biasanya, catchy, funky namun dibalut dengan riff-riff gitar yang heavy-harsh. Bagian verses dan bridge-nya cukup enak, sayang chorusnya terlalu standar. Kembali, di lagu ini Canzel menampilkan permainan aransemen yang apik dan sesuai porsinya. Solo gitar beberapa kali bisa disaksikan di sini.

Disusul kemudian dengan lagu berikutnya, TSUKI SASU HIKARI [04:31]. Mendengarkan intro-nya aku kira ini merupakan lagu ballad. Ternyata? Salah besar. Justru kali ini lagunya cukup aggressive dengan aransemen yang agak beda. Kembali dengan memainkan nada-nada berat, baik itu mulai dari gitar sampai dengan bass-nya. Sang drummer, Yukimi, kali ini tampil lebih liar dan gahar dibandingkan ke-empat buah lagu sebelumnya di atas tadi. Canzel memang gemar memainkan tune-tune distorsi gitar yang seakan-akan membuat lagu ini terasa rame dan bising. Tapi justru itu yang aku suka. Thanks to Mio & Ruri! And yeah, sekali lagi I really love the chorus. Vokal Itchi sekali lagi aku berikan apresiasi. Di pertengahan lagu, bagian interlude-nya, Itchi mengisinya dengan sesuatu yang tidak lazim, yaitu aksi growl. Haha. Oh iya, setelah itu Canzel secara sekilas sekilas memainkan solo-melodi-gutar yang rada nge-blues.

sore wa kareha ga maichiru goro ni... [03:24] benar-benar menjadi titik klimaks dalam album ini. Rasanya ini menjadi lagu paling aggressive yang bisa ditemukan dalam album ini. Belum apa-apa, awal lagu saja sudah diisi Itchi dengan harsh-vocal plus scream-nya. Keren juga! Musiknya sangat berat dengan nuansa gelap yang dibaluti dengan ritem-ritem ala Oshare-kei. Rasanya, Canzel juga bisa diandalkan nih dalam hal kualitas menampilkan lagu-lagu yang rada cadas. Momen paling berkesan, keren dan kickass bisa dijumpai sejak durasi 01:20, di mana diisi Itchi dengan growl-rap-vocal-nya yang jika dinyanyikan secara live bisa membuat penonton sontak ber-moshing-ria! Buat Mio dan Ruri, apresiasi kembali aku berikan untuk kesekian kalinya!

yume kui BARE we [04:35] menjadi lagu berikutnya. Lagu ini merupakan B-side track dalam single FiRST STEPS E.P. yang juga mengalami proses rekam ulang hingga terasa lebih segar, terutama pada bagian vokal-nya. Salah satu lagu Canzel favorite-ku. Verse, bridge dan chorus, semuanya habis dibabat Canzel dengan apik-nya! Untuk musik, well, tidak bisa aku ceritakan lebih banyak lagi selain kata: WOW! Pokoknya lagu ini super duper keren abis! Silakan simak sendiri dan berikan komentarmu di sini! Haha.... Dan akhirnya track penutup album jatuh pada lagu kaze odoru, sakura mau [0438], yang juga merupakan B-side track untuk single NeXT SEASON E.P.! Kali ini lagunya menampilkan musik-musik yang nge-beat ala dance layaknya lagu-lagu miliknya ayabie dan alice nine., jika kalian tidak keberatan sih. Chorus-nya cukup catchy dengan sentuhan techno-sound riang dan gembira. Nice job, Itchi! Momen terbaik pada lagu mungkin salah satunya ada pada aksi solo gitar yang dimainkan oleh Mio. Exciting song!

Yup, sebuah debut album yang sangat manis dari Canzel. Semua lagu yang ada di dalamnya sangat aku sukai. Termasuk track filler-nya sekalipun. Congrats, Canzel! Dan layak untuk ditunggu karya-karya selanjutnya dari mereka. Dan tentunya, nama band Canzel jangan sampai terlewatkan begitu saja. Mereka memang sangat layak untuk diperhatikan perkembangan dan sepak terjangnya di kemudian hari.